Hidup hanya sekali...
Ada yang berpendapat hidup ini cukup dijalani apa adanya, ikut arus, let it flow katanya...
Yg lain berkomentar bahwa hidup itu harus dinikmati, dibuat enjoy...
Ada pula yang mengumandangkan bahwa hidup gak boleh asal, gak pake sembarangan, hidup harus sukses bin berhasil...! Gak ada kata santai..
Well, ragam pendapat tersebut kalau disesuaikan dengan konteksnya sesungguhnya tidak keliru..
Hidup memang harus dinikmati, tapi bukan hanya nikmat untuk diri sendiri apalagi jadi laknat bagi lingkungan sekitar.
Hidup memang harus menyesuaikan dengan arus, tapi bukan konformitas tanpa integritas alias hanyut tenggelam tanpa jejak.
Hidup memang harus berprestasi, tapi bukan prestasi semu yang mengorbankan sisi lain dari kehidupan.
Ada sebuah kisah klasik, begini ceritanya.
Alkisah seorang nelayan sedang duduk di bawah pohon rindang, santai. Kemudian datang seorang eksekutif muda yang merasa risih melihat sang nelayan tidak melaut. Ia datang dan berkata kepada nelayan tersebut: "sedang apa bapak di sini? Kenapa tidak melaut mencari ikan?"
"saya sudah melaut sepanjang malam dan sekarang saya beristirahat."
"Tapi kalau bapak melaut lagi, bapak bisa dapat hasil ikan yang lebih banyak."
"Lalu?" tanya sang nelayan.
"Bapak bisa menabung dan membeli perahu lagi."
"Lalu?"
"Dengan perahu itu, bapak tidak perlu menyewa perahu lagi dan bisa memperoleh untung lebih banyak".
"Lalu?"
"Dengan keuntungan yang semakin bertambah, bapak bisa membeli perahu lagi."
"Lalu?"
"Dengan perahu kedua, keuntungan bapak bisa bertambah lagi, kemudian bapak bisa beli perahu ketiga, keempat, kelima, dst.."
"Lalu?"
"Kalau perahu sudah banyak, bapak bisa mulai menyewakannya pada nelayan lain dan menjala untung yang berkala tanpa harus melaut lagi."
"Lalu?"
"Setelah itu bapak bisa duduk santai dan menikmati hidup".
Nelayan itu memandang eksekutif muda tersebut, tersenyum, seraya berkata: " Menurutmu, apa yang sedang saya lakukan sekarang?"
Penggalan kisah tersebut menyiratkan sebuah hikmah bahwa hidup yang nikmat, nyaman, enjoy, sukses, berhasil, berprestasi; atau apapun istilahnya; haruslah seimbang. Berjuang semaksimal mungkin, menghasilkan sebanyak-banyaknya, namun juga berkesempatan untuk merasakan, menikmati, dan mensyukuri sedalam-dalamnya. Hidup sepenuh-penuhnya. Hidup bermakna dan memberi makna. Sukses bukan diukur dari kuantitas materi semata melainkan juga kualitas emosi, mental, dan rohani.
Selamat belajar hidup sepenuh-penuhnya. GB!
Ada yang berpendapat hidup ini cukup dijalani apa adanya, ikut arus, let it flow katanya...
Yg lain berkomentar bahwa hidup itu harus dinikmati, dibuat enjoy...
Ada pula yang mengumandangkan bahwa hidup gak boleh asal, gak pake sembarangan, hidup harus sukses bin berhasil...! Gak ada kata santai..
Well, ragam pendapat tersebut kalau disesuaikan dengan konteksnya sesungguhnya tidak keliru..
Hidup memang harus dinikmati, tapi bukan hanya nikmat untuk diri sendiri apalagi jadi laknat bagi lingkungan sekitar.
Hidup memang harus menyesuaikan dengan arus, tapi bukan konformitas tanpa integritas alias hanyut tenggelam tanpa jejak.
Hidup memang harus berprestasi, tapi bukan prestasi semu yang mengorbankan sisi lain dari kehidupan.
Ada sebuah kisah klasik, begini ceritanya.
Alkisah seorang nelayan sedang duduk di bawah pohon rindang, santai. Kemudian datang seorang eksekutif muda yang merasa risih melihat sang nelayan tidak melaut. Ia datang dan berkata kepada nelayan tersebut: "sedang apa bapak di sini? Kenapa tidak melaut mencari ikan?"
"saya sudah melaut sepanjang malam dan sekarang saya beristirahat."
"Tapi kalau bapak melaut lagi, bapak bisa dapat hasil ikan yang lebih banyak."
"Lalu?" tanya sang nelayan.
"Bapak bisa menabung dan membeli perahu lagi."
"Lalu?"
"Dengan perahu itu, bapak tidak perlu menyewa perahu lagi dan bisa memperoleh untung lebih banyak".
"Lalu?"
"Dengan keuntungan yang semakin bertambah, bapak bisa membeli perahu lagi."
"Lalu?"
"Dengan perahu kedua, keuntungan bapak bisa bertambah lagi, kemudian bapak bisa beli perahu ketiga, keempat, kelima, dst.."
"Lalu?"
"Kalau perahu sudah banyak, bapak bisa mulai menyewakannya pada nelayan lain dan menjala untung yang berkala tanpa harus melaut lagi."
"Lalu?"
"Setelah itu bapak bisa duduk santai dan menikmati hidup".
Nelayan itu memandang eksekutif muda tersebut, tersenyum, seraya berkata: " Menurutmu, apa yang sedang saya lakukan sekarang?"
Penggalan kisah tersebut menyiratkan sebuah hikmah bahwa hidup yang nikmat, nyaman, enjoy, sukses, berhasil, berprestasi; atau apapun istilahnya; haruslah seimbang. Berjuang semaksimal mungkin, menghasilkan sebanyak-banyaknya, namun juga berkesempatan untuk merasakan, menikmati, dan mensyukuri sedalam-dalamnya. Hidup sepenuh-penuhnya. Hidup bermakna dan memberi makna. Sukses bukan diukur dari kuantitas materi semata melainkan juga kualitas emosi, mental, dan rohani.
Selamat belajar hidup sepenuh-penuhnya. GB!



weeiitsss...hidup lu pasti belum penuh alias ga bek!!!!wakakakakak...
BalasHapusPerjuangan tuh namanya.. kayak lu uda aja.. ckckck... Tapi klo dah nulis kan berarti uda separuh jalan: knowing is half done (Sergeant GIJOE), hehehehe...
BalasHapusOey..posting lagi dunk yang berkualitas dikit...aakakakakak...
BalasHapusSabar toh bu, kayak org kengangguran aja, ckckck... punya loe mana??
BalasHapus